MAKALAH
SISTEM
KELISTRIKAN BODY
Mata
Kuliah : Listrik dan Elektronika Otomotif
Disusun Oleh :
Eko Sigit Purwanto
NIM :
182170014
Dosen Pembimbing :
1.
Dr.
Suyitno, M. Pd
2.
Dwi
Jatmoko, M. Pd
Universitas
Muhammadiyah Purworejo
2018Kata Pengantar
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Puji
syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan
rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaiakan tugas “Makalah
Sistem Kelistrikan Body” sebagai tugas Mata Kuliah Listrik dan Elektronika
Otomotif di Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah
Purworejo.
Makalah ini terdiri dari beberapa materi yang
berkaitan dengan sistem starter pada kendaraan ringan atau mobil. Dimulai dari
pengertian, komponen-komponen dan cara pemeriksaan pada sistem starter yang
diambil dari beberapa sumber.
Makalah ini diharapkan dapat menjadi acuan
pembelajaran sistem starter pada pembelajaran pada rumpun kompetensi keahlian
Teknik Otomotif dan menjadi referensi bagi siapa saja yang mencari materi
tentang sistem starter. Dalam penyusunan makalah ini penulis telah berusaha
sebaik mungkin untuk mengupas materi secara lengkap dan detail, akan tetapi
tentunya juga pasti terdapat celah dan kekurangan pada makalah ini. Untuk itu
penulis sangat mengharapkan saran dari semua pihak untuk perbaikan pada
penyusunan berikutnya.
Akhir kata, penulis berharap makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu,alaikum
Wr. Wb.
Purworejo, November 2018
Penulis
Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
1. Pengertian Sistem Kelistrikan Body
1.1 Sistem Penerangan Eksterior
1.2 Sistem Penerangan Interior
1.3 Sistem Peringatan
1.4 Aksesoris Tambahan
2. Sistem Penerangan
2.1 Lampu Utama
2.2 Lampu Jarak dan
Lambu Belakang
2.3 Lampu Rem
2.4 Lampu Tanda Belok
2.5 Lampu Hazard
2.6 Lampu Plat Nomor
2.7 Lampu Mundur
2.8 Lampu Instrument
2.9 Lampu Ruangan
3. Sistem Klakson
4. Sistem Wiper dan Washer
5. Sistem Power Windows
6. Sistem Central Door Lock
7. Simbol Komponen – Komponen Listrik dan
Elektronika
8. Wiring Diagram Kelistrikan Body
8.1 Lampu Kepala
8.2 Lampu Kota
8.3 Lampu Sein dan
Hazard
8.4 Lampu Rem
8.5 Lampu Mundur
8.6 Klakson
8.7 Wiper dan Washer
8.8 Power Windows
8.9 Central Door Lock
Daftar Pustaka
1.
Pengertian Sistem Kelistrikan Body
Sistem
kelistrikan body adalah semua instalasi listrik yang terletak pada body
kendaraan. Sistem ini berfungsi sebagai kompomen tambahan untuk melengkapi fungsionalitas
sebuah mobil. Bisa dikatakan, kelistrikan body ini memang tidak memiliki
pengaruh apapun terhadap performa kendaraan, namun sangat menunjang keselamatan
berkendara. Sehingga dengan adanya kelistrikan body mobil atau motor dapat
berfungsi dengan aman dan nyaman. Apabila dikelompokan maka ada empat karegori,
yakni ;
· Sistem
penerangan eksterior
· Sistem
penerangan interior
· Sistem
peringatan
· Aksesoris
tambahan
Sesuai
namanya, sistem penerangan ini terletak dibagian luar mobil. Fungsi sistem
penerangan eksterior adalah sebagai komponen utama yang akan memberikan
pencahayaan terhadap kondisi jalan. Exterior lighting juga masuk ke dalam
sistem keselamatan aktif kendaraan, karena sinar yang terbentuk digubakan untuk
menyinari jalan didepan mobil sehingga mencegah potensi kecelakaan. Umumnya,
penerangan eksterior ini memiliki karakter cahaya yang terang dengan warna
putih atau kuning.
Macam - macam
penerangan eksterior
a. low beam
Lampu
dekat adalah lampu penerangan utama mobil yang memiliki jangkauan jarak dekat.
Fungsi low beam adalah sebagai lampu penerangan saat mobil melintas daerah
perumahan atau daerah ramai.
b. high beam
Lampu jauh atau high beam adalah penerangan utama kendaraan dengan jangkauan cahaya lebih jauh. Lampu ini cocok digunakan pada daerah sepi (hutan, jalan tol, pegunungan) yang sepi.
c. fog lamp
Fog
lamp atau biasa disebut sebagai lampu kabut adalah lampu yang akan menembus
tebalnya kabut agar jarak pandang pengemudi tidak terhalang. Lampu ini terletak
dibagian bumper bawah berdekatan dengan permukaan jalan agar sinar lampu maksimal
menerangi permukaan jalan.
Sistem
Penerangan Interior
Didalam
mobil, kita akan menemukan interior light yang berfungsi untuk menerangi bagian
kabin mobil. Meski berfungsi menerangi kabin, lampu interior tidak dibuat
dengan intensitas cahaya terang. Lampu ini agak redup karena apabila dibuat
terang akan mengganggu pandangan pengemudi dibelakangnya. Lampu intrerior
biasanya terletak dibagian atap kendaraan dibagian tengah, memiliki tiga buah
saklar yakni : On, Off, Auto. Saat kita set saklar Auto, maka lampu otomatis
hidup saat kita membuka pintu.
Sistem
peringatan diartikan sebagai penanda bagi kendaraan lain terhadap posisi
kendaraan tersebut. Contoh paling mudah adalah klakson, klakson ini akan
memberi peringatan berupa suara ke pengguna jalan lain. Sistem peringatan ini
masuk ke kelompok sistem kelistrikan body karena memang terletak dibagian body
kendaraan serta menggunakan rangkaian kelistrikan.
Contoh lain pada sistem peringatan antara lain ;
a. lampu sein
lampu sein
digunakan untuk memberi isyarat ke pengguna jalan lain bahwa kita akan belok ke
salah satu arah. Dengan demikian, potensi miss communication tidak terjadi.
b. lampu hazard
Lampu
hazard adalah lampu yang menunjukan bahwa kendaraan tersebut sedang dalam
kondisi darurat. Lampu ini pada dssarnya sama seperti lampu sein namun lampu
hazard akan mengedipkan semua lampu sein secara bersama-sama.
c. stop lamp
Lampu
belakang mobil tidak masuk ke sistem penerangan utama karena fungsi utamanya
bukan untuk menerangi jalan. Lihat saja warna lampu ini adalah merah yang
menandakan berhenti. Lampu belakang/tail lamp digunakan sebagai penanda ke
pengguna jalan lain bahwa ada kendaraan didepannya. Saat rem ditekan maka
intensitas lampu tail akan lebih terang. Ini akan memberi sinyal ke mobil
dibelakangnya bahwa kita sedang mengerem. Sehingga mobil dibelakang bisa
menyesuaikan.
d. klakson
Klakson
adalah skema kelistrikan untuk mengubah energi listrik menjadi suara. Suara ini
dijadikan penanda bagi pengguna jalan lain terhadap posisi kendaraan kita.
e. lampu dim/tembak
Lampu
dim memiliki fungsi yang hampir sama dengan klakson, namun peringatan yang
digunakan berupa tembakan lampu. Lampu dim biasa dipakai saat saling berhadapan
sesama kendaraan dalam kecepatan tinggi. Sehingga salah satu kendaraan akan
mengalah dan tabrakan bisa dihindari.
1.1
Aksesoris
Tambahan
Kelistrikan
aksesoris adalah semua komponen yang menggunakan rangkaian listrik namun tidak
memiliki fungsi untuk menerangi atau memperingatkan seperti yang dijelaskan
diatas.
Komponen yang masuk ke dalam aksesoris body
antara lain :
·
Wiper & Washer
·
Power window
·
Sun roof control
·
Window defogger
2.
Sistem Penerangan
2.1 Lampu Utama
Lampu utama atau lampu besar atau lampu kepala (head light)
merupakan bagian dari sistem penerangan yang berfungsi untuk menerangi jalan
pada bagian depan kendaraan. Pada umumnya pada lampu kepala ini dilengkapi
dengan 2 kondisi jarak penerangannya yaitu lampu jarak jauh dan lampu jarak
dekat. Pada lampu kepala terdapat dua tipe bohlam lampu yang banyak digunakan
yaitu lampu kepala tipe sealad beam dan lampu kepala tipe semi sealed beam.
A. Lampu kepala tipe sealed beam
Pada lampu kepala tipe sealed beam ini, bohlam lampu yang digunakan
menjadi satu dengan reflektor dan kaca biasnya sehingga bila lampu tipe sealed
beam ini putus maka harus diganti secara keseluruhan.
A. Lampu kepala tipe semi sealed beam
Pada lampu kepala tipe semi sealed beam ini bohlam lampunya tidak
menjadi satu dengan reflektor dan kaca biasnya sehingga bila bohlam lampu pada
tipe ini putus maka dapat diganti bohlam lampunya saja. Pada tipe lampu kepala
semi sealed beam, pada umumnya memakai jenis bohlam lampu biasa dan bohlam
lampu quartz halogen.
1.1
Lampu Jarak dan Lambu Belakang
Lampu ini berfungsi untuk memberikan isyarat adanya kendaraan serta
lebar dari kendaraan kepada pengendara lain yang berada pada bagian depan
maupun belakang pada saat kondisi jalan gelap. Lampu ini juga disebut dengan
lampu kota, lampu kota pada bagian depan disebut dengan lampu jarak (clearance
light) dan untuk bagian belakang disebut lampu belakang (tail light).
1.1
Lampu Rem
Lampu rem atau brake light terletak pada bagian belakang kendaraan
yang berfungsi untuk memberitahukan ke pengendara lain yang berada dibelakang
bahwa kita akan melakukan pengereman (menurunkan kecepatan kendaraan atau
memberhentikan kendaraan). Lampu rem ini bertujuan untuk mencegah terjadinya
resiko kecelakaan atau terjadinya benturan dengan kendaraan lain dari belakang
saat kita melakukan pengereman.
Lampu tanda belok atau lampu sein atau turn signal light terletak
pada bagian ujung-ujung kendaraan (pada bagian kanan depan dan belakang serta
pada bagian kiri depan dan belakang). Fungsi dari lampu tanda belok ini adalah
untuk memberikan isyarat ke pengendara lain yang berada di belakang ataupun
didepan bahwa kita akan membelok, pindah jalur atau menyalip kendaraan. Lampu
tanda belok menyala dengan berkedip dalam interval waktu tertentu. Pada umumnya
lampu tanda belok akan mengedip sebanyak 60 sampai 120 kali dan satu menit. Komponen
yang berfungsi untuk membuat kedipan pada lampu tanda belok adalah flasher.
1.1
Lampu Hazard
Lampu hazard atau lampu darurat berfungsi untuk memberikan isyarat
kepada pengendara lainnya baik yang berada di depan maupun yang berada di
belakang bahwa kita dalam keadaan darurat, misalnya macet di jalan, sedang
mengantar orang sakit dan lain sebagainya. Pada lampu hazard yang digunakan adalah lampu
tanda belok, namun lampu tanda belok ini akan menyala atau berkedip secara
bersamaan seluruhnya ketika saklar hazard dinyalakan.
1.1 Lampu Plat Nomor
Lampu plat nomer dipasang di kendaraan tepatnya pada bagian plat
nomer kendaraan yang berada pada bagian belakang atau bagian depan kendaraan.
Lampu plat nomer ini berfungsi untuk memberikan penerangan tambahan agar plat
nomer kendaraan dapat terlihat oleh kendaraan lain yang berada pada sisi
belakang atau depan kendaraan. Lampu plat nomer ini akan menyala bila lampu
kota dinyalakan.
Lampu mundur terpasang pada bagian belakang kendaraan. Lampu mundur
ini berfungsi untuk memberikan isyarat pada pengendara lain yang berada di
belakang agar tahu bahwa kendaraan yang kita kendaraai akan berjalan mundiur.
Lampu mundur ini akan menyala bila tuas transmisi pada posisi mundur dengan
posisi kunci kontak On.
1.1
Lampu Instrument
Lampu instrumen atau lampu panel ini digunakan untuk menerangi
meter-meter pada instrumen panel pada saat kondisi gelap atau malam hari
sehingga memungkinkan pengendara dapat melihat dan membaca meter-meter pada
panel instrument. Lampu panel ini menyala bersamaan bila lampu belakang
dinyalakan.
1.1
Lampu Ruangan
Lampu ruangan atau dome light berfungsi untuk menerangi bagian
dalam kendaraan sehingga pada kondisi malam hari pada bagian dalam kendaraan
tidak gelap. Lampu ruangan ini dirancang dengan cahaya yang dihasilkan agar
tidak menyilaukan pengendara lain yang berada di depan maupun belakang.
1.
Sistem Klakson
Sistem kelistrikan body lainnya adalah sistem kelistrikan klakson.
Klakson berfungsi untuk memberitahukan pengendara lainnya dengan isyarat bunyi
atau suara sehingga pengendara lain dapat mengetahuinya. Klakson pada kendaraan
pada umumnya menggunakan tipe klakson listrik tipe arus DC yaitu listrik yang
digunakan berasal dari baterai atau accu.
1.
Sistem Wiper dan Washer
Sistem kelistrikan body lainnya adalah sistem kelistrikan wiper dan
washer. Sistem wiper atau penhapus kaca berfungsi untuk membersihkan kaca pada
bagian depan kendaraan atau belakang kendaraan (pada beberapa tipe kendaraan)
dari kemungkinan kotoran, serangga kecil atapun air hujan sehingga akan
membantu penglihatan pengendara agar tidak terhalangi oleh kotoran, serangga
dan air hujan tersebut.
Sedangkan washer berfungsi untuk membantu kinerja dari wiper.
Washer bekerja dengan menyemprotkan cairan pembersih pada bagian kaca bagian
depan atau bagian belakang (pada beberapa tipe kendaraan) kendaraan.
1.
Sistem Power Windows
Kelistrikan body yang lainnya adalah sistem power windows. Sistem
power windows berfungsi untuk membuka dan menutup kaca pintu pada mobil secara
elektrik. Cara kerja power windows ini menggunakan motor listrik. Bila motor
listrik dialiri arus listrik maka motor akan berputar, gerakan putar ini
digunakan untuk menaikkan (menutup) atau menurunkan (membuka) kaca pintu
kendaraan.
1.
Sistem Central Door Lock
Sistem kelistrikan body lainnya adalah sistem central lock atau
central door lock. Sistem central lock berfungsi untuk mengunci dan membuka
kunci mobil secara otomatis (elektrik). Pada dewasa ini sistem cental lock
dilengkapi dengan remot dan alarm. Remot ini berfungsi memberikan pengontrol
penguncian, sedangkan alarm disini berfungsi untuk memberitahukan ke pengendara
bahwa kendaraan telah terkunci atau telah dibuka kuncinya.

No comments:
Post a Comment