Wednesday, December 26, 2018

Sistem Kelistrikan Bodi


MAKALAH

SISTEM KELISTRIKAN BODY

Mata Kuliah  : Listrik dan Elektronika Otomotif





Disusun Oleh :
Eko Sigit Purwanto
NIM :
182170014
Dosen Pembimbing :
1.        Dr. Suyitno, M. Pd
2.        Dwi Jatmoko, M. Pd


Universitas Muhammadiyah Purworejo
2018

Kata Pengantar






Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaiakan tugas “Makalah Sistem Kelistrikan Body” sebagai tugas Mata Kuliah Listrik dan Elektronika Otomotif di Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo.

Makalah ini terdiri dari beberapa materi yang berkaitan dengan sistem starter pada kendaraan ringan atau mobil. Dimulai dari pengertian, komponen-komponen dan cara pemeriksaan pada sistem starter yang diambil dari beberapa sumber.
Makalah ini diharapkan dapat menjadi acuan pembelajaran sistem starter pada pembelajaran pada rumpun kompetensi keahlian Teknik Otomotif dan menjadi referensi bagi siapa saja yang mencari materi tentang sistem starter. Dalam penyusunan makalah ini penulis telah berusaha sebaik mungkin untuk mengupas materi secara lengkap dan detail, akan tetapi tentunya juga pasti terdapat celah dan kekurangan pada makalah ini. Untuk itu penulis sangat mengharapkan saran dari semua pihak untuk perbaikan pada penyusunan berikutnya.
Akhir kata, penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu,alaikum Wr. Wb.

                                                                        Purworejo,  November 2018


                                                                        Penulis
 

Daftar Isi






Halaman Judul i

Kata Pengantar. ii

Daftar Isi iii

1.      Pengertian Sistem Kelistrikan Body. 1
1.1        Sistem Penerangan Eksterior. 1
1.2        Sistem Penerangan Interior. 2
1.3        Sistem Peringatan. 2
1.4        Aksesoris Tambahan. 4
2.      Sistem Penerangan. 4
2.1        Lampu Utama. 4
2.2        Lampu Jarak dan Lambu Belakang. 5
2.3        Lampu Rem.. 6
2.4        Lampu Tanda Belok. 6
2.5        Lampu Hazard. 7
2.6        Lampu Plat Nomor. 7
2.7        Lampu Mundur. 7
2.8        Lampu Instrument. 8
2.9        Lampu Ruangan. 8
3.      Sistem Klakson. 9
4.      Sistem Wiper dan Washer. 9
5.      Sistem Power Windows. 10
6.      Sistem Central Door Lock. 10
7.      Simbol Komponen – Komponen Listrik dan Elektronika. 11
8.      Wiring Diagram Kelistrikan Body. 14
8.1        Lampu Kepala. 14
8.2        Lampu Kota. 14
8.3        Lampu Sein dan Hazard. 15
8.4        Lampu Rem.. 15
8.5        Lampu Mundur. 16
8.6        Klakson. 16
8.7        Wiper dan Washer. 17
8.8        Power Windows. 17
8.9        Central Door Lock. 18
Daftar Pustaka. 19
 


1.       Pengertian Sistem Kelistrikan Body



Sistem kelistrikan body adalah semua instalasi listrik yang terletak pada body kendaraan. Sistem ini berfungsi sebagai kompomen tambahan untuk melengkapi fungsionalitas sebuah mobil. Bisa dikatakan, kelistrikan body ini memang tidak memiliki pengaruh apapun terhadap performa kendaraan, namun sangat menunjang keselamatan berkendara. Sehingga dengan adanya kelistrikan body mobil atau motor dapat berfungsi dengan aman dan nyaman. Apabila dikelompokan maka ada empat karegori, yakni ;

·       Sistem penerangan eksterior

·       Sistem penerangan interior

·       Sistem peringatan
·       Aksesoris tambahan

Sistem Penerangan Eksterior


Sesuai namanya, sistem penerangan ini terletak dibagian luar mobil. Fungsi sistem penerangan eksterior adalah sebagai komponen utama yang akan memberikan pencahayaan terhadap kondisi jalan. Exterior lighting juga masuk ke dalam sistem keselamatan aktif kendaraan, karena sinar yang terbentuk digubakan untuk menyinari jalan didepan mobil sehingga mencegah potensi kecelakaan. Umumnya, penerangan eksterior ini memiliki karakter cahaya yang terang dengan warna putih atau kuning.



Macam - macam penerangan eksterior


a. low beam

Lampu dekat adalah lampu penerangan utama mobil yang memiliki jangkauan jarak dekat. Fungsi low beam adalah sebagai lampu penerangan saat mobil melintas daerah perumahan atau daerah ramai.


b. high beam
Lampu jauh atau high beam adalah penerangan utama kendaraan dengan jangkauan cahaya lebih jauh. Lampu ini cocok digunakan pada daerah sepi (hutan, jalan tol, pegunungan) yang sepi.


c. fog lamp
Fog lamp atau biasa disebut sebagai lampu kabut adalah lampu yang akan menembus tebalnya kabut agar jarak pandang pengemudi tidak terhalang. Lampu ini terletak dibagian bumper bawah berdekatan dengan permukaan jalan agar sinar lampu maksimal menerangi permukaan jalan.
   
Sistem Penerangan Interior
Didalam mobil, kita akan menemukan interior light yang berfungsi untuk menerangi bagian kabin mobil. Meski berfungsi menerangi kabin, lampu interior tidak dibuat dengan intensitas cahaya terang. Lampu ini agak redup karena apabila dibuat terang akan mengganggu pandangan pengemudi dibelakangnya. Lampu intrerior biasanya terletak dibagian atap kendaraan dibagian tengah, memiliki tiga buah saklar yakni : On, Off, Auto. Saat kita set saklar Auto, maka lampu otomatis hidup saat kita membuka pintu.

Sistem Peringatan

Sistem peringatan diartikan sebagai penanda bagi kendaraan lain terhadap posisi kendaraan tersebut. Contoh paling mudah adalah klakson, klakson ini akan memberi peringatan berupa suara ke pengguna jalan lain. Sistem peringatan ini masuk ke kelompok sistem kelistrikan body karena memang terletak dibagian body kendaraan serta menggunakan rangkaian kelistrikan.

Contoh lain pada sistem peringatan antara lain ;

a. lampu sein
lampu sein digunakan untuk memberi isyarat ke pengguna jalan lain bahwa kita akan belok ke salah satu arah. Dengan demikian, potensi miss communication tidak terjadi.

b. lampu hazard
Lampu hazard adalah lampu yang menunjukan bahwa kendaraan tersebut sedang dalam kondisi darurat. Lampu ini pada dssarnya sama seperti lampu sein namun lampu hazard akan mengedipkan semua lampu sein secara bersama-sama.

c. stop lamp
Lampu belakang mobil tidak masuk ke sistem penerangan utama karena fungsi utamanya bukan untuk menerangi jalan. Lihat saja warna lampu ini adalah merah yang menandakan berhenti. Lampu belakang/tail lamp digunakan sebagai penanda ke pengguna jalan lain bahwa ada kendaraan didepannya. Saat rem ditekan maka intensitas lampu tail akan lebih terang. Ini akan memberi sinyal ke mobil dibelakangnya bahwa kita sedang mengerem. Sehingga mobil dibelakang bisa menyesuaikan.

d. klakson
Klakson adalah skema kelistrikan untuk mengubah energi listrik menjadi suara. Suara ini dijadikan penanda bagi pengguna jalan lain terhadap posisi kendaraan kita.

e. lampu dim/tembak
Lampu dim memiliki fungsi yang hampir sama dengan klakson, namun peringatan yang digunakan berupa tembakan lampu. Lampu dim biasa dipakai saat saling berhadapan sesama kendaraan dalam kecepatan tinggi. Sehingga salah satu kendaraan akan mengalah dan tabrakan bisa dihindari.




1.1     Aksesoris Tambahan

Kelistrikan aksesoris adalah semua komponen yang menggunakan rangkaian listrik namun tidak memiliki fungsi untuk menerangi atau memperingatkan seperti yang dijelaskan diatas.
Komponen yang masuk ke dalam aksesoris body antara lain :
·         Wiper & Washer
·         Power window
·         Sun roof control
·         Window defogger

2.       Sistem Penerangan

2.1  Lampu Utama
 


Lampu utama atau lampu besar atau lampu kepala (head light) merupakan bagian dari sistem penerangan yang berfungsi untuk menerangi jalan pada bagian depan kendaraan. Pada umumnya pada lampu kepala ini dilengkapi dengan 2 kondisi jarak penerangannya yaitu lampu jarak jauh dan lampu jarak dekat. Pada lampu kepala terdapat dua tipe bohlam lampu yang banyak digunakan yaitu lampu kepala tipe sealad beam dan lampu kepala tipe semi sealed beam.

A.      Lampu kepala tipe sealed beam
Pada lampu kepala tipe sealed beam ini, bohlam lampu yang digunakan menjadi satu dengan reflektor dan kaca biasnya sehingga bila lampu tipe sealed beam ini putus maka harus diganti secara keseluruhan.



A.      Lampu kepala tipe semi sealed beam

Pada lampu kepala tipe semi sealed beam ini bohlam lampunya tidak menjadi satu dengan reflektor dan kaca biasnya sehingga bila bohlam lampu pada tipe ini putus maka dapat diganti bohlam lampunya saja. Pada tipe lampu kepala semi sealed beam, pada umumnya memakai jenis bohlam lampu biasa dan bohlam lampu quartz halogen.
 





1.1  Lampu Jarak dan Lambu Belakang




Lampu ini berfungsi untuk memberikan isyarat adanya kendaraan serta lebar dari kendaraan kepada pengendara lain yang berada pada bagian depan maupun belakang pada saat kondisi jalan gelap. Lampu ini juga disebut dengan lampu kota, lampu kota pada bagian depan disebut dengan lampu jarak (clearance light) dan untuk bagian belakang disebut lampu belakang (tail light).

1.1  Lampu Rem
 
Lampu rem atau brake light terletak pada bagian belakang kendaraan yang berfungsi untuk memberitahukan ke pengendara lain yang berada dibelakang bahwa kita akan melakukan pengereman (menurunkan kecepatan kendaraan atau memberhentikan kendaraan). Lampu rem ini bertujuan untuk mencegah terjadinya resiko kecelakaan atau terjadinya benturan dengan kendaraan lain dari belakang saat kita melakukan pengereman.


Lampu Tanda Belok
 
Lampu tanda belok atau lampu sein atau turn signal light terletak pada bagian ujung-ujung kendaraan (pada bagian kanan depan dan belakang serta pada bagian kiri depan dan belakang). Fungsi dari lampu tanda belok ini adalah untuk memberikan isyarat ke pengendara lain yang berada di belakang ataupun didepan bahwa kita akan membelok, pindah jalur atau menyalip kendaraan. Lampu tanda belok menyala dengan berkedip dalam interval waktu tertentu. Pada umumnya lampu tanda belok akan mengedip sebanyak 60 sampai 120 kali dan satu menit. Komponen yang berfungsi untuk membuat kedipan pada lampu tanda belok adalah flasher.



1.1  Lampu Hazard
 
Lampu hazard atau lampu darurat berfungsi untuk memberikan isyarat kepada pengendara lainnya baik yang berada di depan maupun yang berada di belakang bahwa kita dalam keadaan darurat, misalnya macet di jalan, sedang mengantar orang sakit dan lain sebagainya.  Pada lampu hazard yang digunakan adalah lampu tanda belok, namun lampu tanda belok ini akan menyala atau berkedip secara bersamaan seluruhnya ketika saklar hazard dinyalakan.



1.1  Lampu Plat Nomor
 
Lampu plat nomer dipasang di kendaraan tepatnya pada bagian plat nomer kendaraan yang berada pada bagian belakang atau bagian depan kendaraan. Lampu plat nomer ini berfungsi untuk memberikan penerangan tambahan agar plat nomer kendaraan dapat terlihat oleh kendaraan lain yang berada pada sisi belakang atau depan kendaraan. Lampu plat nomer ini akan menyala bila lampu kota dinyalakan.



 
Lampu mundur terpasang pada bagian belakang kendaraan. Lampu mundur ini berfungsi untuk memberikan isyarat pada pengendara lain yang berada di belakang agar tahu bahwa kendaraan yang kita kendaraai akan berjalan mundiur. Lampu mundur ini akan menyala bila tuas transmisi pada posisi mundur dengan posisi kunci kontak On.



1.1  Lampu Instrument
 
Lampu instrumen atau lampu panel ini digunakan untuk menerangi meter-meter pada instrumen panel pada saat kondisi gelap atau malam hari sehingga memungkinkan pengendara dapat melihat dan membaca meter-meter pada panel instrument. Lampu panel ini menyala bersamaan bila lampu belakang dinyalakan.



1.1  Lampu Ruangan
 
Lampu ruangan atau dome light berfungsi untuk menerangi bagian dalam kendaraan sehingga pada kondisi malam hari pada bagian dalam kendaraan tidak gelap. Lampu ruangan ini dirancang dengan cahaya yang dihasilkan agar tidak menyilaukan pengendara lain yang berada di depan maupun belakang.



1.       Sistem Klakson

Sistem kelistrikan body lainnya adalah sistem kelistrikan klakson. Klakson berfungsi untuk memberitahukan pengendara lainnya dengan isyarat bunyi atau suara sehingga pengendara lain dapat mengetahuinya. Klakson pada kendaraan pada umumnya menggunakan tipe klakson listrik tipe arus DC yaitu listrik yang digunakan berasal dari baterai atau accu.

1.       Sistem Wiper dan Washer
 

Sistem kelistrikan body lainnya adalah sistem kelistrikan wiper dan washer. Sistem wiper atau penhapus kaca berfungsi untuk membersihkan kaca pada bagian depan kendaraan atau belakang kendaraan (pada beberapa tipe kendaraan) dari kemungkinan kotoran, serangga kecil atapun air hujan sehingga akan membantu penglihatan pengendara agar tidak terhalangi oleh kotoran, serangga dan air hujan tersebut.

Sedangkan washer berfungsi untuk membantu kinerja dari wiper. Washer bekerja dengan menyemprotkan cairan pembersih pada bagian kaca bagian depan atau bagian belakang (pada beberapa tipe kendaraan) kendaraan.


1.       Sistem Power Windows
 
Kelistrikan body yang lainnya adalah sistem power windows. Sistem power windows berfungsi untuk membuka dan menutup kaca pintu pada mobil secara elektrik. Cara kerja power windows ini menggunakan motor listrik. Bila motor listrik dialiri arus listrik maka motor akan berputar, gerakan putar ini digunakan untuk menaikkan (menutup) atau menurunkan (membuka) kaca pintu kendaraan.



1.       Sistem Central Door Lock

Sistem kelistrikan body lainnya adalah sistem central lock atau central door lock. Sistem central lock berfungsi untuk mengunci dan membuka kunci mobil secara otomatis (elektrik). Pada dewasa ini sistem cental lock dilengkapi dengan remot dan alarm. Remot ini berfungsi memberikan pengontrol penguncian, sedangkan alarm disini berfungsi untuk memberitahukan ke pengendara bahwa kendaraan telah terkunci atau telah dibuka kuncinya.

 

Daftar Pustaka




 

No comments:

Post a Comment