MAKALAH
SISTEM
PENGAPIAN
Mata
Kuliah : Listrik dan Elektronika Otomotif
Disusun Oleh :
Eko Sigit
Purwanto
NIM :
182170014
Dosen
Pembimbing :
1.
Dr.
Suyitno, M. Pd
2.
Dwi
Jatmoko, M. Pd
Universitas
Muhammadiyah Purworejo
2018
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Puji syukur
senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan rahmat
dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaiakan tugas “Makalah Sistem Pengapian”
sebagai tugas Mata Kuliah Listrik dan Elektronika Otomotif di Program Studi
Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Makalah ini terdiri dari beberapa materi yang berkaitan
dengan sistem starter pada kendaraan ringan atau mobil. Dimulai dari
pengertian, komponen-komponen dan cara pemeriksaan pada sistem starter yang
diambil dari beberapa sumber.
Makalah ini diharapkan dapat menjadi acuan pembelajaran
sistem starter pada pembelajaran pada rumpun kompetensi keahlian Teknik
Otomotif dan menjadi referensi bagi siapa saja yang mencari materi tentang
sistem starter. Dalam penyusunan makalah ini penulis telah berusaha sebaik
mungkin untuk mengupas materi secara lengkap dan detail, akan tetapi tentunya
juga pasti terdapat celah dan kekurangan pada makalah ini. Untuk itu penulis
sangat mengharapkan saran dari semua pihak untuk perbaikan pada penyusunan
berikutnya.
Akhir kata, penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat
bagi kita semua.
Wassalamu,alaikum
Wr. Wb.
Purworejo, Oktober 2018
Penulis
Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Batasan Masalah
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan
E. Manfaat
F. Metode Penyajian
BAB II PEMBAHASAN
A. Teori Dasar Sistem Pengapian Konvesional
B. Pembahasan
1. Fungsi Pengapian
2. Komponen dan fungsinya
3. Cara Kerja Sistem Pengapian
4. Gangguan yang Terjadi Pada Sistem Pengapian Penyebab dan
Perbaikanya
C. Cara penyalaan bahan bakar pada motor
D. Sistem pengapian konvensional pada motor
E. Rangkaian
Sistem Pengapian Baterai
F. Cara Kerja dan Data-data Sistem Pengapian Baterai
G. Diagnosa Pemecahan Dan Gangguan Pada Sistem Konvesional
BAB III PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Diberbagai perusahaan,biasanya akan
memberikan gaji yang lebih pada mereka yang mampu dibidang yang berhubungan
dengan kelistrikan.Karena orang-orang yang mampu dan ahli di bidang ini masih
jarang.
Seorang sarjana teknik mesin khususnya
konsentrasi otomotif , harus memilik kemampuan dibidang ini. Karena mereka
kedepannya merupakan calon–calon pendidik dan bahkan tidak menutup kemungkinan
akan bekerja di perusahaan–perusahaan otomotif.dan apabila kemampuan ini tidak
dimliki maka kita akan tersingkirkan oleh lulusan-lulusan perguruan tinggi yang
lain.
Dalam makalah ini akan dibahas
mengenai sistem pengapian,dimana sistem ini merupakan sistem yang sangat
penting ,karena tanpa sistem ini mobil tidak akan dapat bergerak.Mobil bergerak
karena ada proses pembakaran, pembakaran terjadi karena ada suatu sistem yang
membuat terjadinya proses pembakaran,dan sistem tersebut adalah sistem
pengapian. .
Sistem
pengapian merupakan sistem penting pada mobil berebahan bakar bensin. Fungsinya
adalah mementikan bunga api listrik ke ruang bakar, sehingga terjadi suatu
ledakan pambakaran di dalamnya, yang mengakibatkan piston dan batang piston
(stang) bergerak turun dan memutar poros engkol, sehingga mesin dapat berputar.
Sistem
pengapian berhubungan erat dengan sistem bahan bakar. Campuran bensin dan udara
di ruang bakar dibakar oleh bunga api listrik dan mengakibatkan ledakan yang
menyebabkan piston bergerak translasi (gerak lurus) naik turun secara terus
menerus.
Agar kerja
mesin, maka kerja system pengapian juga harus baik. Kompone-komponen yang
termasuk pada sistem pengapian adalah aki (baterai), koil, distributor, platina
atai CDI, kabel busi, dan busi.
Komponen-komponen
tersebut saling berhubungan dan bekerja sama untuk menghasilkan percikan bunga
api listrik yang berlansung secara kontinyu, selama mesin kendaraan berputar
(hidup).
Komponen-komponen
tersebut akan menghasilkan bunga api listrik jika kunci kontak pada posisi ON
dan mesin mulai di start. Saat kunci kontak pada posisi OFF, tidak ada percikan
bunga api listrik, sehingga mesin mati (tidak berputar)
Semakin
baik system pengapian, percikan bunga api yang dihasilkan akan semakin besar,
dan tentunya ledakan yang terjadi juga akan besar. Karena campuran bensin dan
udara akan habis terbakar semua (sempurna), energy yang dihasilkan mesin pun
akan maksimal (besar).
Sistem
pengapian yang baik akan menghemat penggunaan bensin. Pada bagian ini
dijelaskan fungsi-fingsi komponen yang terdapat pada sisitem pengapian, serta
gejala dan kerusakan yang terjadi pada sistem pengapian.
Masalah yang akan dibahas meliputi;
1. Pengertian pengapian
Konvensional?
2. Fungsi Pengapian ?
3. Kompenen-komponen Pengapian?
4. Kerusakan-kerusakan yang terjadi
pada sistem pengapian ?
Tujuan penyusunan makalah ini adalah
untuk menjelaskan/mendeskripsikan/ memaparkan;
1. Pengertian pengapian konvensional.
2. Fungsi Pengapian;
3. Kompenen-komponen Pengapian;
4. Kerusakan-kerusakan yang terjadi
pada system pengapian dan perbaikannya.
Manfaat dari Makalah ini;
1. Mengetahui pengertian system
pengapian.
2. Mengetahui fungsi pengapian.
3. Mengetahui komponen-komponen sistem pengapian.
4. Mengetahui kerusakan-kerusakan pada
sisitem pengapian.
Makalah ini disusun dengan
mengunakan pendekatan kualitatif Metode yang digunakan adalah metode
deskriptif. Melalui metode ini penulis akan menguraikan permasalahan yang
dibahas secara jelas dan komprehsif. Data teoritis dalam makalah ini di
kumpulkan dengan menggunakan teknik studi puataka artinya penulis mengumpulkan
dan mengambil data melalui kegiatan membaca, dan kajian pustaka.
BAB II
PEMBAHASAN
Untuk memulai pembakaran diperlukan
sistem pengapian.Pada motor umumnya pengapian memakai listrik bertenaga
tinggi dimana arus listrik yang bertegangan tinggi diberikan antara 2 buah
elektroda busi sehingga terjadi loncatan bunga api.Sistem pengapian (ignition
sistem) pada mesin berfungsi untuk menaikan tegangan baterei menjadi 10kilo
volt atau lebih sehingga terjadi loncatan bunga api listrik diantara elektroda
busi.
Ada
tiga sarat suatu pembakaran dapat terjadi yakni ada bahan bakar,udara dan api.
Api dalam pembakaran tidak mungkin muncul dengan begitu saja, pasti ada sebab
kemunculannya. Untuk memunculkan api ini maka perlu dibuat suatu sistem yang
disebut sistem pengapian. Jadi sistem pengapian adalah suatu sistem yang
terdiri dari berbagai komponen yang memilki fungsi yang berbeda yang dirangkai
sedemikian rupa sehinga menjadi memiliki satu fungsi yakni memercikan bunga api.
Untuk menghasilkan panas diperlukan pembakaran campuran
bahan bakar dengan udara yang dihasilkan oleh sisitem pengapian, yakni busi
pada ruang bakar pembakaran mesin. Loncatan listrik pada busi menghasilkan
voltase yang sangat tinggi kira-kira sampai 8000 volt yang terjadi karena
adanya gap atau celah dari ujung elektroda busi. Voltase yang sangat tinggi itu
harus diisi dari penyuplai/pemasok yang baik, yakni dari sebuah baterai
kendaraan sekitar 12 volt.
Fungsi pengapian adalah untuk menhasilkan tegangan yang
tinggi untuk mengadakan bunga api di antara elektroda busi sehingga campuran
bahan bakar dan udara dibakar secara sempurna walaupun kecepatan berubah-ubah.
a. Aki
(baterai)
Aki merupakan sumber listrik paling
awal di kendaraan bermotor yang berfungsi untuk memasok listrik kepada
komponen-komponen yang memerlukannya, seperti sistem pengapian. Selain memasok
listrik, aki juga berfungsi menyimpanya. Oleh karena itu, agar pasokan listrik
tidak terganggu maka aki harus diisi listrik kembali. Pengsian kembali ini
dilakukan oleh sistem pengisian.
Ada 2 jenis aki yang biasa digunakan
pada mobil yaitu aki basah dan aki kering. Aki memiliki kapasitas yang
berbeda-beda, tergantung pada besar kecilnya Ampere hours (AH). Semakin
besar kapasitas aki, pasokan listrik pada komponen-komponen pada mobil akan
setabil.
b. Kunci
kontak
Kunci kontak berfungsi untuk
memutuskan dan menghubungkan listrik pada rangkaian atau mematikan dan
menghidupkan sistem. Kunci kontak pada kendaraan memiliki 3 atau lebih
terminal.
Terminal utama pada kontak adalah
terminal B atau AM dihubungkan ke baterai, Terminal IG dihubungkan ke (+) koil
pengapian dan beban lain yang membutuhkan, terminal ST dihubungkan ke sistem
starter. Jika kunci kontak tersebut memiliki 4 terminal maka terminal yang ke 4
yaitu terminal ACC yang dihubungkan ke accesoris kendaraan, seperti: radio,
tape dan lain-lainnya
c. Koil
Koil merupakan komponen system
pengapian yang berfungsi untuk menaikan tegangan (voltase) listrik aki dari 12
volt menjadi 12.500 sampai 25.000 volt. Dengan tegangan sebesar itu, barulah
campuran bensin dan udara bisa terbakar .
Mesin-mesin konvensional masih megunakan satu koil untuk
memasok tegangan listrik ke semua busi pada mesin mobil. Tegangan listrik yang
dihasilkan oleh koildidistribusikan ke semua busi oleh distributor. Sedangkan
mesin-mesin modern sudah menggunakan multi coil (banyak koil), yang berarti
busi mendaapat pasokan tegangan listrik dari koil yang berbeda-beda.
Kumparan skunder digulungkan pada inti koil yang terbuat
dari lempengan baja dengan kualitas yang tinggi sedangakan kumparan primer
digulung di luar kumparan skunder. Salah satu ujung dari kumparan skunder
dihubungkan dengan terminal tegangan tinggi dan ujung lainya dihubungkan dengan
kumpran primer. Ujung-ujung kumparan primer dihubungkan dengan terminal positif
dan negative dari baterai. Koil ditempatkan dalam satu tabung kotak dan koil
ada celah untuk meletakan isolasi-isolasi.
d. Distributor
Distributor berfungsi untuk
mendistribusikan tegangan listrik ke setiap busi melalu rotor (berada di dalam
distributor) dan kabel busi. Distributor ini terdiri dari sebuah tuutup
distributor yang terbuat dari plstik yang diberi terminal-terminal dan sebuah
rotor, rotor dipasangkan pada poros distributor yang diputarkan oleh poros nok
dan bagian rotor ini bersentuhan dengan terminal dari koil penyalaan dan
terminal yang menghubungkan ke busi-busi, perputaran rotor ini membagi arus
tegangan tinggi ke busi menurut urutan pengapianya.
Bagian-bagian Distributor :
Ø Cam (nok) berfungsi untuk membuka
breaker point (platina) pada sudut crankshaft (poros engkol) yang tepat pada
masing-masing selinder.
Ø Breaker point (platina) berfungsi
untuk memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition
coil untuk menghasilkan arus tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan cara
induksi magnet listrik (electromagnetic induction).
Ø Capasitor/kondensor berfungsi
untuk menyerap bunga api yang terjadi antara breaker point (pada platina) pada
saat membuka dengan tujuan untuk menaikan tegangan coil sekunder.
Ø Centrifugal Gavernor Advancer
berfungsi untuk memajukan saat pengapian sesuai putaran mesin.
Ø Vacum Advancer berfungsi untuk
memajukan saat pengapian sesuai dengan beban mesin (vacum intake manifold).
Ø Rotor berfungsi untuk membagikan
arus listrik tegangan tinggi yang di hasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap
busi.
Ø Distributor Cap berfungsi untuk
membagi-bagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan
tinggi untuk masing-masing selinder.
e. Platina
dan CDI
Platina dan CDI memiliki fungsi yang
sama , yaitu mengatur penyalaan listrik tegangan tinggi yang terjadi pada celah
platina atau sensor CDI sebelum disalurkan kebusi melalu rotor dan kabel busi.
Perbedaan platina dan CDI terletak pada cara kerjanya, yaitu platina bekaerja
secra mekanik sedangkan CDI berkerja secara elektronik. Platina dan CDI
terletak di dalam distributor
f. Kabel Busi
dan Busi
Kabel busi merupakan alat penghubung
atau penghantar arus listrik tegangan tinggi dari koil ke distributor.
Kabel busi terbuat bahan khusus berkualitas tinggi dengan
tahanan nilai listrik yang rendah. Kualitas bahan kabel busi ini penting
diperhatikan karena kabel busi ini berfungsi untuk menghantarkan arus
listrik tegangan tinggi. Agar kualitas api yang dipercikan tetap baik, busi
tidak boleh terlalu banyak mengalami resistansi (hambatan). Kabel busi
digunakan pada mobil-mobil yang masih menggunakan satu koil, sedangkan mobil
yang sudah menggunakan multi coil (lebih dari satu koil) tidak lagi memerlukan
kabel busi, karena koil dan busi sudah langsung dihubungkan dengan konektor. Busi merupakan komponen penting pada
sistem pengapian. Busi berperan untuk memantikan listrik di dalam ruang bakar
untuk menghasilkan bunga api, yang selanjutnya membakar campuran bahan bakar
dan udara pada ruang bakar. Jumlah busi yang digunakan pada mobil bervariasi,
bergantung pada jumlah silindernya, jika mobil mempunyai 4 silinder, berarti
mobil tersebut mengunakan 4 busi , dan seterusnya. Namun pada perkembanganya
ada mobil yang mengunakan lebih dari satu busi pada setiap silindernya, dengan
tujuan memperbesar bunga api yang dihasilkan sehingga memperhemat penggunaan
bensin.
a.
Pada saat kunci kontak
ON, Platina menutup
Aliran arusnya adalah sebagai berikut:
Baterai —-> Kunci
kontak —-> Primer koil —-> Platina —-> Massa.
Akibat aliran listrik
pada primer koil, maka inti koil menjadi magnet.
Saat kunci kontak on, kontak pemutus tertutup,
arus dari terminal positif baterai mengalir ke kunci kontak (lihat gambar
di atas), ke terminal positif (+) koil, ke terminal negatif (-) koil, ke
kontak pemutus, kemudian ke massa. Aliran arus ke kumparan primer koil
menyebabkan terjadinya kemagnetan pada koil.
b.
Pada saat Platina Membuka
Saat platina membuka,
arus listrik melalui primer koil terputus, terjadi induksi tegangan tinggi pada
sekunder koil, sehingga arus akan mengalir seperti dibawah ini:
Sekunder koil —-> Kabel tegangan tinggi —-> Tutup
distributor —-> Rotor —-> Kabel tegangan tinggi (kabel busi) —-> Busi
—-> Massa.
Akibat aliran listrik tegangan tinggi dari
sekunder koil, mampu meloncati tahanan udara antara elektroda tengah dengan
elektroda massa pada busi dan menimbulkan percikan bunga api.
Jika kontak pemutus terbuka, arus yang
mengalir ke kumparan primer terputus dengan tiba-tiba maka kemagnetan disekitar
koil hilang / drop dengan cepat. Kemudian kumparan terjadi tegangan induksi.
Karena saat kontak pemutus terbuka arus listrik terputus, maka medan magnet
pada koil hilang dengan cepat pada kumparan sekunder terjadi induksi tegangan.
Pada kumparan primer juga terjadi tegangan induksi. Tegangan induksi pada
kumparan sekunder disebut dengan tegangan induksi mutual sedangkan pada
kumparan primer disebut tegangan induksi diri. Tegangan tinggi pada kumparan
sekunder (10000 V atau lebih) disalurkan ke distributor melalui kabel tegangan
tinggi dan dari distributor diteruskan ke tiap-tiap busi sesuai dengan urutan
penyalaannya sehingga pada busi terjadi loncatan api pada busi. Tegangan pada
kumparan primer sekitar 300 sampai 500 V disalurkan ke kondensor. Penyerapan
tegangan induksi diri oleh kondensor ini akan mengurangi loncatan bunga api
pada kontak pemutus. Efek tidak terjadinya loncatan pada kontak pemutus adalah
pemutusan arus primer yang cepat sehingga menghasilkan perubahan garis-garis
gaya magnat pada koil dengan cepat pula.
|
Keadaan
|
Kemungkinan
Penyebab
|
Pemerikasaan/Perbaikan
|
|
1. Arus listrik kurang
lancar, pada kutub terminal aki terdapat oksidasi berwarna putih
|
1. Ada masalah pada sistem
pengisian
2. Penigisian terlalu besar
(over charging)
3. Kurang perawatan
|
1. Cek dan perbaiki sistem
pengisisan
2. Bersihkan kutub terminal
aki dengan cara menyiramkan air panas pada kedua kutub terminal sampai
oksidasi hilang
|
|
2. Enjin hidup tetapi
tersendat-sendat
|
1. Busi salah atau cacat
2. Tutup distributor atau
rotor cacat.
|
1. Bersihkan, setel celah
atau ganti
2. Ganti tutup distributor
dan rotor
3. Ganti kabel skunder
4. Ganti koil
5. Bersihkan konektor
7. Rujuk pada servis sistem
bahan bakar
|
|
3. Mesin tidak bertenaga dan
suara mesin terasa kasar
|
1. Koil panas atau lemah
|
1. Ganti koil
2. Jika dalam keadaan
darurat, kompres koil dengan kain basah, dan biarkan sampai koil dingin, lalu
hidupkan mesin.
|
|
4. Platina; Mesin tiba-tiba
mati dan tidak dapat dihidupkan.
|
1. Pegas platina patah
karena sudah digunakan terlalu lama.
|
1. Ganti platina.
|
|
5. CDI; Mesin tiba-tiba mati
|
1. CDI rusak
2. CDI jebol
|
1. Ganti CDI
|
|
6. Mesin terasa pincang dan
tidak bertenaga
|
1. Kabel busi terlepas.
2. Kabel busi putus.
3. Isolasi kabel busi robek
atau rusak.
|
1. Pasang kembali busi.
2. Ganti kabel busi.
3. Jika darurat, gunakan
isolasi listrik dan lilitkan pada kabel busi yang bocor.
|
|
7. Mesin sulit hidup dan
busi basah oleh bensin.
|
1. Busi tidak cocok dengan
spesifikasi mobil yang digunakan .
2. Busi mati sehingga tidak
terjadi loncatan bunga api.
|
1. Periksa busi dengan
pengukuran vealer gauge, rapatkan celah busi dengan elktroda busi dengan
ukuran 0.80-0.90
2. Ganti busi
|
|
8. Mesin tersendat
|
1. Busi kotor
2. Busi sudah tua/sudah lama
di pakai
|
1. Bersihkan busi, bila
perlu di ganti
|
Cara penyalaan bahan bakar pada
motor bakar dibedakan dalam 2 macam
Penyalaan
sendiri
Penyalaan dengan bunga api listriK
(Motor diesel)
(Motor bensin)
(A)
(B)
Sistem
pengapian konvensional pada motor bensin ada 2 macam :
1. Sistem
pengapian baterai
1. Sistem pengapian magnet
1. Bagian Sistem Pengapian Baterai
1. Baterai
1. Kunci kontak
1. Koil
1. Kontak
pemutus
1. Kondensator
1. Distributor
Bagian
– bagian
|
1.
2.
3.
4.
5.
6
7..
|
Baterai
Kunci
kontak
Koil
Kontak
pemutus
Kondensator
Distributor
Busi
|
Sirkuit
tegangan rendah = Sirkuit primer
Baterai – Kunci Kontak – Primer Koil – Kontak
Pemutus
– Kondensator – Massa
Sirkuit
tegangan tinggi = Sirkuit Sekunder
Sekunder
Koil – Distributor – Busi – Massa
|
Cara kerja Saat kunci kontak on, kotak pemutus
menutup
a.
Tujuan Pembelajaran
Ø Mencari gangguan pada sistem
pengapian konvensional
Ø Memperbaiki gangguan-gangguan yang
ditemukan
b.
Keselamatan Kerja
Ø Jangan lupa mematikan kunci kontak
Ø Pakai alat yang berisolasi untuk
memegang kabel tegangan tinggi
c.
Langkah Kerja
Ø Lakukan pemeriksaan gangguan pada
sistem pengapian konvensional sesuai petunjuk flow cart.
Ø Catat gangguan yang ditemukan.
Ø Lakukan perbaikan gangguan yang ditemukan.
Ø Apabila perlu suku cadang, minta
dari instrukstur.
Ø Lapor pada instruktur bila sudah
selesai
d. Syarat
Pemeriksaan:
Ø Baterai dalam kondisi terisi >
75%.
Ø Hubungan klem-klem baterai terhadap
terminal baterai baik.
Ø Hubungan massa antara negatif
baterai-rangka mesin dan rumah distributor baik
Ø Steker dapat bekerja
e. Motor
tidak hidup/ sulit hidup/tersendat-sendat
Pemeriksaan
rangkaian primer.Petunjuk : Pada pemeriksaan tegangan tinggi, kunci kontak di “
ON “ kan
f. Periksa
rangkaian sekunderBAB III
PENUTUP
1. Sistem
pengapian adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang memilki
fungsi yang berbeda yang dirangkai sedemikian rupa sehinga menjadi memiliki
satu fungsi yakni memercikan bunga api.
2. Fungsi
pengapian adalah untuk menhasilkan tegangan yang tinggi untuk mengadakan bunga
api di antara elektroda busi sehingga campuran bahan bakar dan udara dibakar
secara sempurna walaupun kecepatan berubah-ubah.
3. Kompenen-komponen system pengapian terdidri
dari aki (baterai), kunci kontak, koil, distributor, platina, kabel busi dan
busi.
4. Kerusakan
yang terjadi biasnya di akibatkan oleh umur dari komponen-komponen tersebut.
Sistem
pengapian sangatlah penting di setiap kendaraan karena jika tidak ada
sistem pengapian kemungkinan besar kendraan tersebut tidak akan hidup
(berjalan). Karena ada 3 yang mempengaruhi pembakaran terjadi ada bahan
bakar,api dan udara.
Pelajarilah
sistem pengapian lebih dalam karena sistem ini perkembangannya sangat pesat di
bandingkan dengan sistem yang lain pada kendaraan.
DAFTAR PUSTAKA
Daryanto. 2003. Reparasi system
keliistrikan mesin mobil. Jakarta; PT bumi aksara.
Qtussama, 2012. Sistem pengapian
konvensional [online]. Tersedia: http://qtussama.wordpress.com/materi-kelas-xi-kendaraan-ringan/sistem-pengapian/.[3 Maret 2014].
Pengapian konvensional Fungsi dan
komponenya [online]. Tersedia: http://dikphakdhe.blogspot.com/[5
Maret 2014]
Sudirman, urip. 2009. Deteksi Dini
Gejala Kerusakan pada Mobil. Jakarta; PT Kawan Pustaka
http://daysco.blogspot.com/2011/03/listrik-automotif-sistem-pengapian.html
New
Step 1. 1995. PT. Toyota Astra Motor. Jakarta. _____. New Step 2. 1995.
New
Step 1. 2000. PT. Toyota Astra Motor.Jakarta
PPGT.VEDC.MALANG

No comments:
Post a Comment