Wednesday, December 26, 2018

Sistem pengapian

MAKALAH

SISTEM PENGAPIAN

Mata Kuliah  : Listrik dan Elektronika Otomotif





Disusun Oleh :
Eko Sigit Purwanto
NIM :
182170014
Dosen Pembimbing :
1.        Dr. Suyitno, M. Pd
2.        Dwi Jatmoko, M. Pd


Universitas Muhammadiyah Purworejo
2018
 

Kata Pengantar



Assalamu’alaikum Wr. Wb.
 Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaiakan tugas “Makalah Sistem Pengapian” sebagai tugas Mata Kuliah Listrik dan Elektronika Otomotif di Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Makalah ini terdiri dari beberapa materi yang berkaitan dengan sistem starter pada kendaraan ringan atau mobil. Dimulai dari pengertian, komponen-komponen dan cara pemeriksaan pada sistem starter yang diambil dari beberapa sumber.
Makalah ini diharapkan dapat menjadi acuan pembelajaran sistem starter pada pembelajaran pada rumpun kompetensi keahlian Teknik Otomotif dan menjadi referensi bagi siapa saja yang mencari materi tentang sistem starter. Dalam penyusunan makalah ini penulis telah berusaha sebaik mungkin untuk mengupas materi secara lengkap dan detail, akan tetapi tentunya juga pasti terdapat celah dan kekurangan pada makalah ini. Untuk itu penulis sangat mengharapkan saran dari semua pihak untuk perbaikan pada penyusunan berikutnya.
Akhir kata, penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu,alaikum Wr. Wb.

                                                                        Purworejo,  Oktober 2018


                                                                        Penulis

 

Daftar Isi


Halaman Judul i
Kata Pengantar. ii
Daftar Isi iii
BAB I PENDAHULUAN.. 1
A.     Latar Belakang. 1
B.     Batasan Masalah. 1
C.     Rumusan Masalah. 2
D.     Tujuan. 3
E.     Manfaat. 3
F.     Metode Penyajian. 3
BAB II PEMBAHASAN.. 4
A.     Teori Dasar Sistem Pengapian Konvesional 4
B.     Pembahasan. 4
1.      Fungsi Pengapian. 4
2.      Komponen dan fungsinya. 5
3.      Cara Kerja Sistem Pengapian. 8
4.      Gangguan yang Terjadi Pada Sistem Pengapian Penyebab dan Perbaikanya   9
C.     Cara penyalaan bahan bakar pada motor. 11
D.     Sistem pengapian konvensional pada motor. 12
E.     Rangkaian Sistem Pengapian Baterai 14
F.     Cara Kerja dan Data-data Sistem Pengapian Baterai 16
G.         Diagnosa Pemecahan Dan Gangguan Pada Sistem Konvesional 16
BAB III PENUTUP. 19
A.     Simpulan. 19
B.     Saran. 19
DAFTAR PUSTAKA.. 20
 




BAB I
PENDAHULUAN


Perkembangan dunia Otomotif mengalami perkembangan yang begitu cepat,dan hal yang paling menonjol perkembangannya adalah bagian sistem yang berkaitan dengan kelistrikan.Hal ini terjadi karena bagian ini mudah untuk dilakukan inovasi.Namun kemudhan ini bukan berarti bahwa mempelajari sistem ini mudah ,tapi justru sebaliknya .Karena kelistrikan itu sesuatu yang tidak terlihat,sehingga dalam mempelajarinya memerlukan riset terlebih dahulu,dan jika tidak melakukan riset setidaknya pernah melakukan uji coba sederhana.
Diberbagai perusahaan,biasanya akan memberikan gaji yang lebih pada mereka yang mampu dibidang yang berhubungan dengan kelistrikan.Karena orang-orang yang mampu dan ahli di bidang ini masih jarang.
 Seorang sarjana teknik mesin khususnya konsentrasi otomotif , harus memilik kemampuan dibidang ini. Karena mereka kedepannya merupakan calon–calon pendidik dan bahkan tidak menutup kemungkinan akan bekerja di perusahaan–perusahaan otomotif.dan apabila kemampuan ini tidak dimliki maka kita akan tersingkirkan oleh lulusan-lulusan perguruan tinggi yang lain.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai sistem pengapian,dimana sistem ini merupakan sistem yang sangat penting ,karena tanpa sistem ini mobil tidak akan dapat bergerak.Mobil bergerak karena ada proses pembakaran, pembakaran terjadi karena ada suatu sistem yang membuat terjadinya proses pembakaran,dan sistem tersebut adalah sistem pengapian. .
Sistem pengapian merupakan sistem penting pada mobil berebahan bakar bensin. Fungsinya adalah mementikan bunga api listrik ke ruang bakar, sehingga terjadi suatu ledakan pambakaran di dalamnya, yang mengakibatkan piston dan batang piston (stang) bergerak turun dan memutar poros engkol, sehingga mesin dapat berputar.
Sistem pengapian berhubungan erat dengan sistem bahan bakar. Campuran bensin dan udara di ruang bakar dibakar oleh bunga api listrik dan mengakibatkan ledakan yang menyebabkan piston bergerak translasi (gerak lurus) naik turun secara terus menerus.
Agar kerja mesin, maka kerja system pengapian juga harus baik. Kompone-komponen yang termasuk pada sistem pengapian adalah aki (baterai), koil, distributor, platina atai CDI, kabel busi, dan busi.
Komponen-komponen tersebut saling berhubungan dan bekerja sama untuk menghasilkan percikan bunga api listrik yang berlansung secara kontinyu, selama mesin kendaraan berputar (hidup).
Komponen-komponen tersebut akan menghasilkan bunga api listrik jika kunci kontak pada posisi ON dan mesin mulai di start. Saat kunci kontak pada posisi OFF, tidak ada percikan bunga api listrik, sehingga mesin mati (tidak berputar)
Semakin baik system pengapian, percikan bunga api yang dihasilkan akan semakin besar, dan tentunya ledakan yang terjadi juga akan besar. Karena campuran bensin dan udara akan habis terbakar semua (sempurna), energy yang dihasilkan mesin pun akan maksimal (besar).
Sistem pengapian yang baik akan menghemat penggunaan bensin. Pada bagian ini dijelaskan fungsi-fingsi komponen yang terdapat pada sisitem pengapian, serta gejala dan kerusakan yang terjadi pada sistem pengapian.
Masalah yang akan dibahas meliputi;
1.      Pengertian  pengapian Konvensional?
2.      Fungsi Pengapian ?
3.      Kompenen-komponen Pengapian?
4.      Kerusakan-kerusakan yang terjadi pada sistem pengapian ?
Tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk menjelaskan/mendeskripsikan/ memaparkan;
1.      Pengertian pengapian konvensional.
2.      Fungsi Pengapian;
3.      Kompenen-komponen Pengapian;
4.      Kerusakan-kerusakan yang terjadi pada system pengapian dan perbaikannya.
Manfaat dari Makalah ini;
1.      Mengetahui pengertian system pengapian.
2.      Mengetahui fungsi pengapian.
3.       Mengetahui komponen-komponen sistem pengapian.
4.      Mengetahui kerusakan-kerusakan pada sisitem pengapian.
Makalah ini disusun dengan mengunakan pendekatan kualitatif Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Melalui metode ini penulis akan menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan komprehsif. Data teoritis dalam makalah ini di kumpulkan dengan menggunakan teknik studi puataka artinya penulis mengumpulkan dan mengambil data melalui kegiatan membaca, dan kajian pustaka.

BAB II

PEMBAHASAN

Untuk memulai pembakaran diperlukan sistem pengapian.Pada motor umumnya  pengapian memakai listrik bertenaga tinggi dimana arus listrik yang bertegangan tinggi diberikan antara 2 buah elektroda busi sehingga terjadi loncatan bunga api.Sistem pengapian (ignition sistem) pada mesin berfungsi untuk menaikan tegangan baterei menjadi 10kilo volt atau lebih sehingga terjadi loncatan bunga api listrik diantara elektroda busi. 
Ada tiga sarat suatu pembakaran dapat terjadi yakni ada bahan bakar,udara dan api. Api dalam pembakaran tidak mungkin muncul dengan begitu saja, pasti ada sebab kemunculannya. Untuk memunculkan api ini maka perlu dibuat suatu sistem yang disebut sistem pengapian. Jadi sistem pengapian adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang memilki fungsi yang berbeda yang dirangkai sedemikian rupa sehinga menjadi memiliki satu fungsi yakni memercikan bunga api.
Untuk menghasilkan panas diperlukan pembakaran campuran bahan bakar dengan udara yang dihasilkan oleh sisitem pengapian, yakni busi pada ruang bakar pembakaran mesin. Loncatan listrik pada busi menghasilkan voltase yang sangat tinggi kira-kira sampai 8000 volt yang terjadi karena adanya gap atau celah dari ujung elektroda busi. Voltase yang sangat tinggi itu harus diisi dari penyuplai/pemasok yang baik, yakni dari sebuah baterai kendaraan sekitar 12 volt.
Fungsi pengapian adalah untuk menhasilkan tegangan yang tinggi untuk mengadakan bunga api di antara elektroda busi sehingga campuran bahan bakar dan udara dibakar secara sempurna walaupun kecepatan berubah-ubah.
a.      Aki (baterai)
Aki merupakan sumber listrik paling awal di kendaraan bermotor yang berfungsi untuk memasok listrik kepada komponen-komponen yang memerlukannya, seperti sistem pengapian. Selain memasok listrik, aki juga berfungsi menyimpanya. Oleh karena itu, agar pasokan listrik tidak terganggu maka aki harus diisi listrik kembali. Pengsian kembali ini dilakukan oleh sistem pengisian.
Ada 2 jenis aki yang biasa digunakan pada mobil yaitu aki basah dan aki kering. Aki memiliki kapasitas yang berbeda-beda, tergantung pada besar kecilnya Ampere hours (AH). Semakin besar kapasitas aki, pasokan listrik pada komponen-komponen pada mobil akan setabil.
b.      Kunci kontak
Kunci kontak berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan listrik pada rangkaian atau mematikan dan menghidupkan sistem. Kunci kontak pada kendaraan memiliki 3 atau lebih terminal.
Terminal utama pada kontak adalah terminal B atau AM dihubungkan ke baterai, Terminal IG dihubungkan ke (+) koil pengapian dan beban lain yang membutuhkan, terminal ST dihubungkan ke sistem starter. Jika kunci kontak tersebut memiliki 4 terminal maka terminal yang ke 4 yaitu terminal ACC yang dihubungkan ke accesoris kendaraan, seperti: radio, tape dan lain-lainnya

c.       Koil
Koil merupakan komponen system pengapian yang berfungsi untuk menaikan tegangan (voltase) listrik aki dari 12 volt menjadi 12.500 sampai 25.000 volt. Dengan tegangan sebesar itu, barulah campuran bensin dan udara bisa terbakar .
Mesin-mesin konvensional masih megunakan satu koil untuk memasok tegangan listrik ke semua busi pada mesin mobil. Tegangan listrik yang dihasilkan oleh koildidistribusikan ke semua busi oleh distributor. Sedangkan mesin-mesin modern sudah menggunakan multi coil (banyak koil), yang berarti busi mendaapat pasokan tegangan listrik dari koil yang berbeda-beda.
Kumparan skunder digulungkan pada inti koil yang terbuat dari lempengan baja dengan kualitas yang tinggi sedangakan kumparan primer digulung di luar kumparan skunder. Salah satu ujung dari kumparan skunder dihubungkan dengan terminal tegangan tinggi dan ujung lainya dihubungkan dengan kumpran primer. Ujung-ujung kumparan primer dihubungkan dengan terminal positif dan negative dari baterai. Koil ditempatkan dalam satu tabung kotak dan koil ada celah untuk meletakan isolasi-isolasi.
d.      Distributor
Distributor berfungsi untuk mendistribusikan tegangan listrik ke setiap busi melalu rotor (berada di dalam distributor) dan kabel busi. Distributor ini terdiri dari sebuah tuutup distributor yang terbuat dari plstik yang diberi terminal-terminal dan sebuah rotor, rotor dipasangkan pada poros distributor yang diputarkan oleh poros nok dan bagian rotor ini bersentuhan dengan terminal dari koil penyalaan dan terminal yang menghubungkan ke busi-busi, perputaran rotor ini membagi arus tegangan tinggi ke busi menurut urutan pengapianya.
Bagian-bagian Distributor :
Ø  Cam (nok) berfungsi untuk membuka breaker point (platina) pada sudut crankshaft (poros engkol) yang tepat pada masing-masing selinder.
Ø  Breaker point (platina) berfungsi untuk memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan cara induksi magnet listrik (electromagnetic induction).
Ø   Capasitor/kondensor berfungsi untuk menyerap bunga api yang terjadi antara breaker point (pada platina) pada saat membuka dengan tujuan untuk menaikan tegangan coil sekunder.
Ø  Centrifugal Gavernor Advancer berfungsi untuk memajukan saat pengapian sesuai putaran mesin.
Ø  Vacum Advancer berfungsi untuk memajukan saat pengapian sesuai dengan beban mesin (vacum intake manifold).
Ø  Rotor berfungsi untuk membagikan arus listrik tegangan tinggi yang di hasilkan oleh ignition coil ke tiap-tiap busi.
Ø  Distributor Cap berfungsi untuk membagi-bagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing selinder.
e.       Platina dan CDI
Platina dan CDI memiliki fungsi yang sama , yaitu mengatur penyalaan listrik tegangan tinggi yang terjadi pada celah platina atau sensor CDI sebelum disalurkan kebusi melalu rotor dan kabel busi. Perbedaan platina dan CDI terletak pada cara kerjanya, yaitu platina bekaerja secra mekanik sedangkan CDI berkerja secara elektronik. Platina dan CDI terletak di dalam distributor
f.       Kabel Busi dan Busi
Kabel busi merupakan alat penghubung atau penghantar arus listrik tegangan tinggi dari koil ke distributor.
Kabel busi terbuat bahan khusus berkualitas tinggi dengan tahanan nilai listrik yang rendah. Kualitas bahan kabel busi ini penting diperhatikan karena kabel busi ini  berfungsi untuk menghantarkan arus listrik tegangan tinggi. Agar kualitas api yang dipercikan tetap baik, busi tidak boleh terlalu banyak mengalami resistansi (hambatan). Kabel busi digunakan pada mobil-mobil yang masih menggunakan satu koil, sedangkan mobil yang sudah menggunakan multi coil (lebih dari satu koil) tidak lagi memerlukan kabel busi, karena koil dan busi sudah langsung dihubungkan dengan konektor.         Busi merupakan komponen penting pada sistem pengapian. Busi berperan untuk memantikan listrik di dalam ruang bakar untuk menghasilkan bunga api, yang selanjutnya membakar campuran bahan bakar dan udara pada ruang bakar. Jumlah busi yang digunakan pada mobil bervariasi, bergantung pada jumlah silindernya, jika mobil mempunyai 4 silinder, berarti mobil tersebut mengunakan 4 busi , dan seterusnya. Namun pada perkembanganya ada mobil yang mengunakan lebih dari satu busi pada setiap silindernya, dengan tujuan memperbesar bunga api yang dihasilkan sehingga memperhemat penggunaan bensin.
a.      Pada saat kunci kontak ON, Platina menutup
Aliran arusnya adalah sebagai berikut:
Baterai —-> Kunci kontak —-> Primer koil —-> Platina —-> Massa.
Akibat aliran listrik pada primer koil, maka inti koil menjadi magnet.
Saat kunci kontak on, kontak pemutus tertutup, arus dari terminal positif baterai mengalir ke kunci kontak (lihat gambar  di atas), ke terminal positif (+) koil, ke terminal negatif (-) koil, ke kontak pemutus, kemudian ke massa. Aliran arus ke kumparan primer koil menyebabkan terjadinya kemagnetan pada koil.
b.      Pada saat Platina Membuka
Saat platina membuka, arus listrik melalui primer koil terputus, terjadi induksi tegangan tinggi pada sekunder koil, sehingga arus akan mengalir seperti dibawah ini:
Sekunder koil —-> Kabel tegangan tinggi —-> Tutup distributor —-> Rotor —-> Kabel tegangan tinggi (kabel busi) —-> Busi —-> Massa.
Akibat aliran listrik tegangan tinggi dari sekunder koil, mampu meloncati tahanan udara antara elektroda tengah dengan elektroda massa pada busi dan menimbulkan percikan bunga api.
Jika kontak pemutus terbuka, arus yang mengalir ke kumparan primer terputus dengan tiba-tiba maka kemagnetan disekitar koil hilang / drop dengan cepat. Kemudian kumparan terjadi tegangan induksi. Karena saat kontak pemutus terbuka arus listrik terputus, maka medan magnet pada koil hilang dengan cepat pada kumparan sekunder terjadi induksi tegangan. Pada kumparan primer juga terjadi tegangan induksi. Tegangan induksi pada kumparan sekunder disebut dengan tegangan induksi mutual sedangkan pada kumparan primer disebut tegangan induksi diri. Tegangan tinggi pada kumparan sekunder (10000 V atau lebih) disalurkan ke distributor melalui kabel tegangan tinggi dan dari distributor diteruskan ke tiap-tiap busi sesuai dengan urutan penyalaannya sehingga pada busi terjadi loncatan api pada busi. Tegangan pada kumparan primer sekitar 300 sampai 500 V disalurkan ke kondensor. Penyerapan tegangan induksi diri oleh kondensor ini akan mengurangi loncatan bunga api pada kontak pemutus. Efek tidak terjadinya loncatan pada kontak pemutus adalah pemutusan arus primer yang cepat sehingga menghasilkan perubahan garis-garis gaya magnat pada koil dengan cepat pula.
Keadaan
Kemungkinan Penyebab
Pemerikasaan/Perbaikan
1.      Arus listrik kurang lancar, pada kutub terminal aki terdapat oksidasi berwarna putih
1.      Ada masalah pada sistem pengisian
2.      Penigisian terlalu besar (over charging)
3.      Kurang perawatan
1.      Cek dan perbaiki sistem pengisisan
2.      Bersihkan kutub terminal aki dengan cara menyiramkan air panas pada kedua kutub terminal sampai oksidasi hilang
2.      Enjin hidup tetapi tersendat-sendat
1.      Busi salah atau cacat
2.      Tutup distributor atau rotor cacat.
  1. Kabel sekunder rusak
  2. Koil rusak
  3. Konektor jelek
  4. Kebocoran pada kabel busi
  5. Sistem bahan bakar rusak
1.      Bersihkan, setel celah atau ganti
2.      Ganti tutup distributor dan rotor
3.      Ganti kabel skunder
4.      Ganti koil
5.      Bersihkan konektor
  1. Periksa tutup, rotor, kabel sekunder
7.      Rujuk pada servis sistem bahan bakar
3.      Mesin tidak bertenaga dan suara mesin terasa kasar
1.      Koil panas atau lemah
1.      Ganti koil
2.      Jika dalam keadaan darurat, kompres koil dengan kain basah, dan biarkan sampai koil dingin, lalu hidupkan mesin.
4.      Platina; Mesin tiba-tiba mati dan tidak dapat dihidupkan.
1.      Pegas platina patah karena sudah digunakan terlalu lama.
1.      Ganti platina.
5.      CDI; Mesin tiba-tiba mati
1.      CDI rusak
2.      CDI jebol
1.      Ganti CDI
6.      Mesin terasa pincang dan tidak bertenaga
1.      Kabel busi terlepas.
2.      Kabel busi putus.
3.      Isolasi kabel busi robek atau rusak.
1.      Pasang kembali busi.
2.      Ganti kabel busi.
3.      Jika darurat, gunakan isolasi listrik dan lilitkan pada kabel busi yang bocor.
7.      Mesin sulit hidup dan busi basah oleh bensin.
1.      Busi tidak cocok dengan spesifikasi mobil yang digunakan .
2.      Busi mati sehingga tidak terjadi loncatan bunga api.
1.      Periksa busi dengan pengukuran vealer gauge, rapatkan celah busi dengan elktroda busi dengan ukuran  0.80-0.90
2.      Ganti busi
8.      Mesin tersendat
1.      Busi kotor
2.      Busi sudah tua/sudah lama di pakai
1.      Bersihkan busi, bila perlu di ganti

Cara penyalaan bahan bakar pada motor bakar dibedakan dalam 2 macam
  Penyalaan sendiri                 Penyalaan dengan bunga api listriK
  (Motor diesel)                            (Motor bensin) 
                             (A)                                          (B)

Sistem pengapian konvensional pada motor bensin ada 2 macam :
1.    Sistem pengapian baterai

1.    Sistem pengapian magnet


1.    Bagian Sistem Pengapian Baterai
 
1.    Baterai
  
1.    Kunci kontak
 
1.    Koil
 
1.    Kontak pemutus
 
1.    Kondensator
 
1.    Distributor
 
 
Bagian – bagian
1.
2.
3.

4.
5.
6
7..
Baterai
Kunci kontak
Koil

Kontak pemutus
Kondensator
Distributor
Busi
Sirkuit tegangan rendah = Sirkuit primer

Baterai – Kunci Kontak – Primer Koil – Kontak
Pemutus – Kondensator – Massa

Sirkuit tegangan tinggi = Sirkuit Sekunder

Sekunder  Koil – Distributor – Busi – Massa
 
Cara kerja Saat kunci kontak on, kotak pemutus menutup
 
a.       Tujuan Pembelajaran
Ø  Mencari gangguan pada sistem pengapian konvensional
Ø  Memperbaiki gangguan-gangguan yang ditemukan
b.      Keselamatan Kerja
Ø  Jangan lupa mematikan kunci kontak
Ø  Pakai alat yang berisolasi untuk memegang kabel tegangan tinggi
c.       Langkah Kerja
Ø  Lakukan pemeriksaan gangguan pada sistem pengapian konvensional sesuai petunjuk flow cart.
Ø   Catat gangguan yang ditemukan.
Ø   Lakukan perbaikan gangguan yang ditemukan.
Ø  Apabila perlu suku cadang, minta dari instrukstur.
Ø  Lapor pada instruktur bila sudah selesai
d.      Syarat Pemeriksaan:
Ø  Baterai dalam kondisi terisi > 75%.
Ø  Hubungan klem-klem baterai terhadap terminal baterai baik.
Ø  Hubungan massa antara negatif baterai-rangka mesin dan rumah distributor baik
Ø  Steker dapat bekerja
e.       Motor tidak hidup/ sulit hidup/tersendat-sendat
Pemeriksaan rangkaian primer.Petunjuk : Pada pemeriksaan tegangan tinggi, kunci kontak di “ ON “ kan
  f.       Periksa rangkaian sekunder



 

BAB III

PENUTUP

1.      Sistem pengapian adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang memilki fungsi yang berbeda yang dirangkai sedemikian rupa sehinga menjadi memiliki satu fungsi yakni memercikan bunga api.
2.      Fungsi pengapian adalah untuk menhasilkan tegangan yang tinggi untuk mengadakan bunga api di antara elektroda busi sehingga campuran bahan bakar dan udara dibakar secara sempurna walaupun kecepatan berubah-ubah.
3.       Kompenen-komponen system pengapian terdidri dari aki (baterai), kunci kontak, koil, distributor, platina, kabel busi dan busi.
4.      Kerusakan yang terjadi biasnya di akibatkan oleh umur dari komponen-komponen tersebut.

Sistem pengapian sangatlah penting di setiap  kendaraan karena jika tidak ada sistem pengapian kemungkinan besar kendraan tersebut tidak akan hidup (berjalan). Karena ada 3 yang mempengaruhi pembakaran terjadi ada bahan bakar,api dan udara.
Pelajarilah sistem pengapian lebih dalam karena sistem ini perkembangannya sangat pesat di bandingkan dengan sistem yang lain pada kendaraan.

DAFTAR PUSTAKA


Daryanto. 2003. Reparasi system keliistrikan mesin mobil. Jakarta; PT bumi aksara.
Qtussama, 2012. Sistem pengapian konvensional [online].    Tersedia: http://qtussama.wordpress.com/materi-kelas-xi-kendaraan-ringan/sistem-pengapian/.[3 Maret 2014].
Pengapian konvensional Fungsi dan komponenya [online]. Tersedia: http://dikphakdhe.blogspot.com/[5 Maret 2014]
Sudirman, urip. 2009. Deteksi Dini Gejala Kerusakan pada Mobil. Jakarta; PT Kawan Pustaka
http://daysco.blogspot.com/2011/03/listrik-automotif-sistem-pengapian.html
New Step 1. 1995. PT. Toyota Astra Motor. Jakarta. _____. New Step 2. 1995.
New Step 1. 2000. PT. Toyota Astra Motor.Jakarta
PPGT.VEDC.MALANG

No comments:

Post a Comment